Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kebiasaan paling buruk orang jaman dulu WARNING : TIDAK DISARANKAN MEMBACA SAMBIL MAKAN ATAU SETELAH MAKAN ‼️

 


Halo gaes Dewi di sini balik lagi di blog BERBAGAI INFORMASI, kali ini aku bakal share tentang kebiasaan buruk orang jaman dahulu khususnya di jalan renaisans. Ok langsung aja.

Saat mengunjungi Istana Versailles di Paris, tercatat bahwa istana yang mewah tersebut tidak memiliki tempat pemandian. Pada Abad Pertengahan, tidak ada sikat gigi, parfum, deodoran, bahkan tisu toilet.

Kotoran manusia dilempar dari jendela istana. Pada saat liburan, dapur istana dapat menyiapkan sebuah perjamuan makan untuk 1.500 orang tanpa sedikitpun memperhatikan higienitasnya.

Pada film-film masa kini kita melihat orang-orang pada masa itu menggoyangkan tangannya untuk mengipasi dirinya sendiri. Penjelasannya bukan karena kepanasan, tapi bau busuk yang keluar dari bawah roknya (yang dibuat dengan sengaja untuk menahan bau area pribadi mereka, dikarenakan tidak adanya higienitas). Mereka juga tidak terbiasa untuk mandi karena hawa dingin dan hampir tidak ada air yang mengalir. Hanya para bangsawan yang memiliki pesuruh untuk mengipasi mereka, untuk menghilangkan bau busuk yang dihembuskan dari tubuh dan mulut mereka, serta untuk mengusir serangga.

Mereka yang pernah ke Versailles mengagumi taman yang besar dan indah, yang mana pada saat itu, tidak hanya terlihat, tetapi digunakan sebagai toilet dalam balada terkenal yang dipromosikan oleh monarki, karena tidak ada nya toilet.

Pada Abad Pertengahan, sebagian besar pernikahan berlangsung pada bulan Juni (yang artinya pada saat itu adalah awal musim panas). Alasannya sederhana, kegiatan mandi yang pertama kali dalam satu tahun dilakukan pada bulan Mei; jadi di Bulan Juni bau orang-orang masih bisa diterima (ditolerir). Namun, karena beberapa bau sudah mulai mengganggu pengantin akan membawa karangan bunga di dekat tubuh mereka untuk menutupi bau busuk. Demikianlah penjelasan mengenai asal mula karangan bunga pengantin.

Mandi dilakukan di sebuah bak mandi besar untuk satu orang yang diisi dengan air panas. Kepala keluarga memiliki hak istimewa untuk mandi pertama di air bersih.

Kemudian, tanpa berganti air, yang lain akan bergantian mandi sesuai urutan umur; wanita, yang juga berdasarkan usia, dan terakhir adalah anak-anak. Ketika sudah gilirannya, air di dalam bak mandi sangat kotor sehingga bisa membunuh bayi di dalamnya.

Atap dari rumah-rumah pada masa tersebut tidak memiliki langit-langit dan balok kayu yang dipasang untuk menopang atap rumah adalah tempat terbaik untuk hewan, seperti anjing, kucing, tikus, dan juga kumbang untuk menghangatkan diri.

Saat hujan, kebocoran memaksa hewan-hewan tersebut melompat ke bawah. Mereka yang punya uang memiliki piring yang terbuat dari timah. Jenis makanan tertentu mengoksidasi bahan tersebut, menyebabkan banyak orang meninggal karena keracunan.

Mari kita ingat kembali bagaimana kebiasaan higienis pada masa itu sangatlah buruk. Tomat, karena asam, dianggap beracun untuk waktu yang lama, gelas timah digunakan untuk minum bir atau wiski; kombinasi ini kadang-kadang dapat menyebabkan seseorang tiba-tiba berada di lantai (semacam narkolepsi yang disebabkan oleh campuran minuman beralkohol dengan timah oksida).

Seseorang di jalan yang melewatinya akan mengira dia sudah mati, jadi mereka mengumpulkan mayatnya dan menyiapkan pemakamannya. Jenazah kemudian akan diletakkan di meja dapur selama beberapa hari dan seluruh keluarga akan menyaksikkan, makan, minum, dan menunggu untuk melihat apakah orang yang meninggal itu akan bangun atau tidak. Oleh karena itu, orang yang meninggal diawasi (bangkit atau terbangun), dengan berjaga di sebelah peti mati.

Inggris adalah negara kecil, dimana tidak selalu ada tempat untuk menguburkan semua orang yang sudah meninggal. Peti mati kemudian dibuka, tulangnya dibuang, ditempatkan di osuarium, dan kuburannya digunakan untuk mayat lain. Kadang-kadang, saat membuka peti mati, akan tercatat bahwa ada goresan di penutupnya, yang menunjukkan bahwa orang yang meninggal itu sebenarnya telah dikubur hidup-hidup.

Jadi, ketika menutup peti mati, muncul ide untuk mengikat bagian pergelangan tangan almarhum, melewati lubang yang dibuat di peti mati dan mengikatnya ke bel. Setelah pemakaman, seseorang akan ditugaskan di kuburan selama beberapa hari. Jika seseorang bangun, gerakan lengannya akan membunyikan bel. Dan dia akan "saved by the campaign" (diselamatkan karena gerakan)", sebuah ekspresi yang digunakan oleh kita sampai hari ini.

"Saved by the Campaign" adalah perumpamaan yang digunakan oleh penulis di negaranya. Saya kurang paham maksud dari perumpamaan ini. Apakah champaign ini kampanye atau gerakan? Atau champaigne yang merujuk ke minuman? Karena itu agak sulit jika diartikan secara harafiah ke dalam Bahasa Indonesia.

Saya juga mencari maksud dari perumpamaan ini dan belum mendapatkan jawabannya. Jika mungkin ada yang mengetahuinya bisa ditambahkan di komentar.

Posting Komentar untuk "Kebiasaan paling buruk orang jaman dulu WARNING : TIDAK DISARANKAN MEMBACA SAMBIL MAKAN ATAU SETELAH MAKAN ‼️"